Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Warga Rajeg Hill Residence Resah, Minta Pemkab Tangerang Turun Tangan Soal Pembakaran Lahan

Caption;Warga Rajeg Hill Residence, Rajeg, Tangerang, resah akibat pembakaran lahan di dekat permukiman dan meminta Pemkab Tangerang segera turun tangan.

TANGERANG, Bantenflash.id – Warga Perumahan Rajeg Hill Residence, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten, resah dengan aktivitas pembakaran lahan kosong di sekitar permukiman yang menimbulkan api dan asap pekat. Informasi yang beredar di kalangan warga menyebut lahan tersebut diduga berkaitan dengan PT RCM. Namun, status kepemilikan lahan maupun keterlibatan perusahaan tersebut dalam aktivitas pembakaran masih perlu dikonfirmasi kepada pihak perusahaan dan instansi berwenang.

Kondisi tersebut membuat warga khawatir api membesar dan merembet ke arah rumah apabila terbawa angin. Asap pembakaran juga dikhawatirkan masuk ke lingkungan perumahan.

Keresahan warga muncul karena lokasi lahan yang terbakar berada tidak jauh dari permukiman.

Salah seorang warga berinisial FR mengatakan, jarak lokasi pembakaran dengan rumah warga menjadi alasan masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

“Kami khawatir kalau api membesar atau terbawa angin, bisa menyebar ke arah perumahan,” ujar FR kepada media, Sabtu (5/9/2026).

Berdasarkan laporan kejadian warga, kebakaran lahan terjadi sejak Sabtu sore hingga malam hari.

Lokasi berada di lahan kosong di samping Perumahan Rajeg Hill Residence, tepatnya di area dekat panel.

Pada sore hari, api disebut cukup besar. Memasuki malam, api mulai mengecil, tetapi sejumlah titik api masih terlihat.

Asap pembakaran yang menyengat juga dilaporkan cukup pekat hingga sekitar pukul 21.00 WIB.

Melihat kondisi tersebut, warga berinisiatif mengecek lokasi dan berupaya memadamkan api menggunakan sarana seadanya.

Warga khawatir tiupan angin yang cukup kencang pada sore hari membuat api merambat menuju pagar perumahan maupun rumah warga.

Warga Khawatir Kejadian Meluas
Kondisi tersebut turut mengingatkan sebagian warga terhadap kebakaran TPA Jatiwaringin yang terjadi pada Juni-Juli 2026.

Kebakaran di lokasi tersebut sebelumnya sempat menimbulkan asap pekat yang berdampak terhadap lingkungan sekitar.

BNPB mencatat sekitar 7 hektare dari total luas TPA sekitar 33 hektare terdampak kebakaran.

Pengalaman itu membuat sebagian warga Rajeg Hill Residence semakin waspada ketika melihat adanya aktivitas pembakaran lahan di sekitar permukiman.

Warga tidak ingin titik api yang awalnya kecil berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Warga Rajeg Hill Blok D6, Nini, mengatakan kebakaran lahan terjadi tepat di belakang rumahnya.

Menurut Nini, keberadaan api di lahan yang berdekatan dengan rumah membuat warga terganggu sekaligus khawatir, terutama karena kondisi cuaca yang dinilai mendukung penyebaran api.

“Sebagai warga Perumahan Rajek Hill Residence, saya merasa terganggu adanya kebakaran tersebut,” kata Nini kepada media Fixsnews.co.id, Minggu (6/9/2026).

Ia berharap aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran maupun polusi udara tidak kembali terjadi.

Nini juga meminta pihak terkait menindaklanjuti kondisi tersebut dan memperhatikan keselamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

Warga lainnya, Nawi, mengatakan dampak asap pembakaran dirasakan bukan hanya oleh satu atau dua orang.

Menurutnya, warga Blok D6 berharap ada langkah untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

“Yang terdampak enggak cuma satu atau dua orang. Asapnya juga, karena efek kebakarannya nanti bagaimana,” ujar Nawi.

Ia berharap persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti agar tidak kembali menimbulkan keresahan di lingkungan warga.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama instansi terkait tidak menunggu sampai terjadi kebakaran yang lebih besar.

Mereka meminta petugas turun langsung ke lokasi untuk memeriksa aktivitas pembakaran, kondisi lahan, material yang dibakar, serta potensi dampaknya terhadap permukiman.

Bagi warga Rajeg Hill Residence, persoalan tersebut bukan hanya mengenai kemungkinan api merembet ke rumah.

Asap pembakaran yang terbawa angin dan masuk ke lingkungan permukiman juga menjadi perhatian.

Warga meminta pemerintah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, termasuk melihat jarak lokasi pembakaran dengan rumah, kondisi angin, material yang dibakar, serta potensi terjadinya kebakaran lebih luas.

Apabila ditemukan aktivitas yang melanggar ketentuan atau membahayakan masyarakat, warga berharap pemerintah mengambil tindakan sesuai aturan yang berlaku.

Warga juga meminta pihak yang bertanggung jawab atas lahan maupun aktivitas pembakaran memberikan penjelasan dan bertanggung jawab apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran.

Keresahan warga Rajeg Hill Residence bermuara pada satu harapan, yakni pemerintah turun tangan sebelum terjadi kebakaran yang lebih besar.

Warga mengaku tidak ingin menimbulkan kepanikan. Mereka hanya ingin merasa aman di lingkungan tempat tinggalnya.

Bagi warga, langkah pencegahan dinilai lebih penting daripada menunggu api membesar dan baru dilakukan penanganan.

Karena itu, warga meminta Pemkab Tangerang dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk memastikan status serta aktivitas di lahan tersebut.

Jika ditemukan potensi bahaya maupun pelanggaran, warga berharap pemerintah mengambil langkah sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku.

Bagi warga Rajeg Hill Residence, yang mereka minta bukan sekadar penjelasan, tetapi kepastian bahwa api di sekitar rumah tidak berkembang menjadi bencana.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari PT RCM maupun pihak terkait mengenai status lahan, tujuan pembakaran, dugaan keterlibatan dalam aktivitas tersebut.
(Nan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24