Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Wamenkes Apresiasi Maesyal Rasyid, Program Desa Siaga TB Kabupaten Tangerang Dinilai Luar Biasa

Caption:Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi Pemkab Tangerang dan Bupati Maesyal Rasyid atas percepatan penemuan serta penanganan TB.

TANGERANG, Bantenflash.id — Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi kinerja Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tangerang yang terus memperkuat program kesehatan masyarakat, khususnya percepatan penemuan dan penanganan Tuberkulosis (TB).

Apresiasi tersebut disampaikan Wamenkes Benjamin saat meninjau langsung pelaksanaan program Desa Siaga TB di Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Kamis (20/8/2026).

“Apa yang dilakukan oleh Kabupaten Tangerang yang dipimpin Pak Bupati bersama jajaran, luar biasa. Saya sangat mengapresiasi berbagai program kesehatan yang dilakukan,” ujar Benjamin.

Dalam kunjungannya, Wamenkes meninjau langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan X-ray atau rontgen, serta berbagai layanan kesehatan masyarakat.

Benjamin mengatakan kunjungannya merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional, salah satunya pemberantasan TB.

Menurutnya, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan kasus TB tertinggi di dunia. Karena itu, percepatan penemuan kasus dan pengobatan menjadi perhatian pemerintah pusat.

“Kami datang ke sini sebagai bagian dari pelaksanaan program prioritas nasional. Ternyata CKG dilakukan dengan X-ray. Kalau ada kelainan paru maupun kelainan lainnya bisa ditemukan. Selain itu, CKG juga memeriksa hipertensi, diabetes dan penyakit lainnya,” ungkapnya.

Benjamin menilai Kabupaten Tangerang bersama Provinsi Banten memiliki kinerja yang sangat baik dalam penemuan kasus TB.

Keberhasilan tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Puskesmas, PKK, hingga kader kesehatan.

“Saya berharap pola kolaborasi yang dilakukan Kabupaten Tangerang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mempercepat penemuan kasus, pengobatan dan pencegahan TB. Kalau melihat kinerja dengan penduduk 3,5 juta, Pak Bupati Tangerang sangat luar biasa sekali kerjanya di bidang kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan Pemkab Tangerang terus memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat karena kesehatan menjadi dasar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Dengan jumlah penduduk sekitar 3,5 juta jiwa, Kabupaten Tangerang memiliki tantangan besar dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan mudah dijangkau masyarakat.

“Karena penduduk kita besar, maka apa yang menjadi kebutuhan masyarakat harus mendapatkan respons yang cepat. Untuk kesehatan, kita bahkan mengalokasikan sekitar 24 persen APBD untuk mendukung berbagai program kesehatan,” jelas Maesyal Rasyid.

Ia menambahkan, pelayanan berbasis masyarakat terus diperkuat melalui Posyandu.

Pelayanan tersebut mencakup kesehatan balita dan lansia, pencegahan stunting, kesehatan paru, hingga pemeriksaan berbagai penyakit lainnya.

“Semua harus sehat terlebih dahulu baru bisa beraktivitas. Kalau derajat kesehatan masyarakat meningkat, maka SDM kita juga semakin baik. SDM yang unggul akan mendukung terwujudnya daerah yang maju,” ujarnya.

Pemkab Tangerang juga terus mendorong masyarakat agar tidak malu dan takut melakukan pemeriksaan kesehatan.

Menurut Maesyal Rasyid, deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TB.

“Deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai penularan TB. Masyarakat tidak usah malu dan takut memeriksakannya,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu penyintas TB asal Kampung Waru Dua, Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Muhammad, membagikan pengalamannya selama menjalani pengobatan.

Ia mengaku bersyukur berhasil sembuh setelah menjalani pengobatan secara rutin di bawah pendampingan tenaga medis dari Puskesmas.

“Alhamdulillah saya sudah berhasil bebas dan sembuh dari penyakit TB. Itu semua berkat bimbingan dan arahan dari tenaga medis yang ada di Puskesmas,” ujar Muhammad.

Muhammad mengatakan dirinya disiplin mengonsumsi obat dan mengikuti arahan tenaga kesehatan hingga akhirnya dinyatakan sembuh.

“Saya selama delapan belas bulan menjalani pengobatan dan minum obat rutin. Alhamdulillah sekarang saya sudah sehat kembali dan sudah dinyatakan sembuh,” katanya.

Menurut Muhammad, kedisiplinan dalam menjalani pengobatan menjadi hal penting dalam proses penyembuhan TB.

Selain rutin mengonsumsi obat, ia juga berupaya menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat.

“Itu semua berkat kedisiplinan saya menjaga kebersihan dan juga rutin mengonsumsi obat,” tuturnya.

Kisah tersebut menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan dan pendampingan tenaga kesehatan dalam penanganan TB.
(Nan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24