Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
Raih UHC Madya, Gus Fawait Minta Puskesmas Jember Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan Transformasi Kan Sarana Prasarana

Caption: Raih UHC predikat Madya, Bupati Jember Gus Fawait instruksikan puskesmas melakukan transformasi sarana prasarana dan tingkatkan kenyamanan layanan kesehatan.
JEMBER, Bantenflash.id — Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Jember meraih predikat Madya Nasional Universal Health Coverage (UHC) diikuti langkah konkret pembenahan layanan kesehatan. Bupati Jember Muhammad Fawait (Gus Fawait) menginstruksikan seluruh puskesmas di Jember untuk melakukan transformasi sarana prasarana agar lebih nyaman dan manusiawi.
Instruksi tersebut disampaikan Gus Fawait saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Sukorambi, Jember.
Dalam sidaknya, Gus Fawait menegaskan bahwa kualitas layanan kesehatan tidak hanya diukur dari ketersediaan obat dan tenaga medis, tetapi juga dari kenyamanan fasilitas yang dirasakan langsung oleh pasien.
Ia menyoroti masih adanya puskesmas yang terkesan apa adanya, pengap, dan kurang ramah bagi masyarakat.
Menurut Gus Fawait, kondisi tersebut bukan disebabkan keterbatasan anggaran, melainkan persoalan paradigma dan pola pikir kepemimpinan di tingkat fasilitas kesehatan.
“Kalau puskesmas masih terlihat tidak nyaman, pengap, dan seadanya, itu bukan soal uang. Itu soal cara berpikir. Perubahan harus dimulai dari yang paling dasar, yaitu tampilan fisik,” tegas Gus Fawait.
Dalam arahannya, Gus Fawait menetapkan sejumlah standar baru bagi puskesmas.
Puskesmas diminta melakukan pengecatan ulang agar tampak bersih dan segar.
Ruang perawatan pasien wajib memiliki sirkulasi udara yang baik, harum, serta dilengkapi pendingin ruangan (AC).
Selain itu, fasilitas pasien harus diprioritaskan dibandingkan fasilitas ruang kantor pegawai.
Dengan status puskesmas sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta dukungan pembiayaan melalui sistem UHC, Gus Fawait menilai tidak ada alasan bagi puskesmas untuk kalah bersaing dengan klinik swasta.
Transformasi ini juga ditujukan agar peserta BPJS Kesehatan tidak beralih ke fasilitas swasta, sehingga dana kapitasi tetap berputar di puskesmas.
Gus Fawait mengingatkan para kepala puskesmas agar tidak berlindung di balik status instansi pemerintah.
“Jangan berlindung di balik status pemerintah. Kalau klinik swasta bisa melayani dengan cepat dan nyaman, puskesmas harus lebih bisa. Kita punya SDM yang besar, sekarang saatnya mengubah mindset layanan,” tandasnya.
(Red)
Leave a Reply
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24








