Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Pemkab Jember Hibahkan Ambulans Desa Jadi Aset Mandiri Pemdes Di 248 Desa Seluruh Kabupaten Jember

JEMBER-Jatim | Bantenflash.id-Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), mengumumkan kebijakan strategis dengan menghibahkan seluruh armada ambulans desa kepada pemerintah desa (pemdes) di 248 desa di seluruh Kabupaten Jember. Langkah ini bertujuan untuk memotong rantai birokrasi dan memastikan pelayanan kesehatan darurat berada sedekat mungkin dengan masyarakat.

Kebijakan ini disampaikan Gus Fawait di sela pelantikan Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Cabang Jember, Selasa (7/1/2026).

Dengan peralihan status kepemilikan menjadi aset desa, pola operasional ambulans akan mengalami perubahan mendasar guna menyukseskan program Universal Health Coverage (UHC):

Otoritas Penuh Kepala Desa: Kendali armada sepenuhnya berada di tangan pemerintah desa, sehingga tidak perlu lagi menunggu prosedur panjang dari tingkat kabupaten saat terjadi kondisi darurat.
Kecepatan Respon: Armada dipastikan selalu siaga 24 jam di lingkungan desa masing-masing.
Keberlanjutan Fiskal: Gus Fawait menjamin Alokasi Dana Desa (ADD) tidak akan dipotong, sehingga desa memiliki anggaran yang cukup untuk biaya perawatan dan operasional ambulans secara mandiri.
Gus Fawait memberikan kepastian bagi para sopir ambulans yang saat ini berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kekhawatiran akan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) pasca hibah ditepis secara tegas.

Tidak Ada Pemberhentian: Seluruh sopir tetap berstatus pegawai pemerintah.
Penugasan Baru: Mereka akan dialihkan untuk memperkuat layanan kesehatan di Puskesmas setempat.
Penguatan Puskesmas: Penambahan personel ini diharapkan meningkatkan kualitas layanan medis di tingkat kecamatan.
“Kami hibahkan ambulans kepada masing-masing kepala desa agar pelayanan lebih cepat. Untuk sopir PPPK, bukan diberhentikan, tapi kami beri tugas lain untuk memperkuat puskesmas,” tegas Gus Fawait.

Kebijakan hibah ini diharapkan menjadi solusi konkret atas keluhan warga mengenai keterlambatan penanganan rujukan medis. Dengan ambulans yang menjadi aset desa, setiap warga di 31 kecamatan di Jember kini memiliki kepastian sarana transportasi medis yang lebih responsif dan dikelola langsung oleh perangkat desa yang paling mengenal wilayahnya.
(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24