Warning: Undefined array key "mobile" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 22
MWCNU Ciledug Gelar Mujahadah untuk Negeri, Perkuat Konsolidasi dan Sinergi Kebangsaan

Caption:MWCNU Ciledug menggelar Mujahadah untuk Negeri dalam rangkaian Lailatul Ijtima’ untuk memperkuat ukhuwah, konsolidasi organisasi, dan sinergi kebangsaan.
TANGERANG, Bantenflash.id — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, menggelar Mujahadah untuk Negeri dalam rangkaian Lailatul Ijtima’. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat ukhuwah, konsolidasi organisasi, serta sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan diisi pembacaan istighosah yang dinisbatkan kepada Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari sekaligus pemaparan sejumlah program organisasi.
Mujahadah dihadiri jajaran pengurus MWCNU, badan otonom (Banom), serta pengurus ranting NU se-Kecamatan Ciledug. Sejumlah ulama, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah juga turut hadir.
Camat Ciledug, Ayi Nuryadin, S.Kom., M.M., mengatakan NU memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Menurutnya, kontribusi ulama dan santri tidak dapat dilepaskan dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan serta membangun kehidupan kebangsaan.
“Sejak berdirinya, NU selalu berpihak dan berkolaborasi dengan pemerintah. NU juga mendukung berdirinya NKRI. Banyak laskar pejuang berasal dari kalangan NU,” ujar Ayi.
Ia menilai peran ulama dan organisasi keagamaan, termasuk NU, tetap penting dalam menjaga persatuan dan kondusivitas masyarakat di tengah berbagai dinamika sosial.
“Ulama NU menjadi salah satu paku bumi Indonesia. Karena itu, peran ulama dan NU harus terus dijaga dan diperkuat, terutama dalam membangun persatuan serta menjaga kondusivitas masyarakat,” lanjutnya.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Ciledug, KH Achmad Muslih, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran ulama, pemerintah, pengurus NU, Banom, dan ranting menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan amanah organisasi.
“Atas nama MWCNU Ciledug, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan jajaran NU yang telah hadir. Kehadiran panjenengan semua menjadi energi bagi kami untuk terus menjalankan amanah organisasi,” kata Achmad Muslih.
Ia menegaskan Mujahadah untuk Negeri tidak hanya menjadi kegiatan spiritual, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
“Melalui Lailatul Ijtima’ ini, kita memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, keberkahan, serta dijauhkan dari perpecahan. Setelah bermunajat, tugas kita adalah memperkuat ikhtiar melalui kerja organisasi dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, MWCNU Ciledug juga memaparkan sejumlah program organisasi, termasuk program yang dikembangkan bersama Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Ciledug.
Program tersebut diarahkan pada penguatan struktur organisasi, peningkatan pelayanan kepada warga Nahdliyin, serta pengembangan kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Sekretaris PCNU Kota Tangerang, KH Khairu Sofyan, S.H.I., menekankan pentingnya pendataan anggota NU secara berjenjang dari tingkat ranting, MWCNU, hingga PCNU.
Menurutnya, pendataan bukan hanya berkaitan dengan administrasi organisasi, tetapi menjadi fondasi untuk menyusun program yang lebih terarah sesuai kebutuhan warga Nahdliyin.
“Pendataan anggota harus dimulai dari ranting, kemudian MWCNU sampai PCNU. Pelaksanaannya harus mengikuti aturan dan sistem yang telah ditetapkan PBNU maupun PCNU,” kata Khairu.
Ia menambahkan, organisasi yang kuat membutuhkan basis data yang akurat.
“Kalau organisasinya ingin kuat, datanya juga harus kuat. Ranting melakukan pendataan, MWCNU mengonsolidasikan, kemudian PCNU melakukan penguatan dan sinkronisasi,” ujarnya.
Khairu juga mengingatkan agar konsolidasi organisasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, eksistensi NU perlu diwujudkan melalui kaderisasi, pelayanan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Ketua MUI Kecamatan Ciledug, KH Salman Alfaris, M.Ag., mendorong MWCNU Ciledug memperkuat kolaborasi dengan MUI, pemerintah, dan berbagai lembaga kemasyarakatan.
Kolaborasi lintas organisasi dinilai diperlukan untuk memperluas kemanfaatan program keagamaan dan sosial sekaligus memperkuat kerukunan masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang konsolidasi antara MWCNU dan LAZISNU Ciledug. Sinergi kelembagaan di lingkungan NU diharapkan dapat memperkuat gerakan sosial, pengelolaan zakat, infak, sedekah, serta pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Camat Ciledug Ayi Nuryadin, S.Kom., M.M.; Lurah Peninggilan Utara Agus Lesmana, S.Pd.SD.; Sekretaris PCNU Kota Tangerang KH Khairu Sofyan, S.H.I.; Ketua MUI Kecamatan Ciledug KH Salman Alfaris, M.Ag.; Ketua LAZISNU; Ketua Pagar Nusa; serta jajaran Mutasyar KH Mahmudim dan KH Imron Hariri.
Dari jajaran Rais Syuriah, hadir KH Syarif Hidayat, KH Qosim, Ustaz Dr. H. Suripto, dan H. Kabiran. Hadir pula jajaran Banom serta pengurus ranting NU se-Kecamatan Ciledug.
Mujahadah untuk Negeri menjadi momentum spiritual sekaligus organisatoris bagi MWCNU Ciledug. Lailatul Ijtima’ dipadukan dengan konsolidasi organisasi serta penguatan sinergi dengan pemerintah dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, MWCNU Ciledug menegaskan komitmennya untuk menjaga nilai keislaman, memperkuat ukhuwah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta berkontribusi dalam merawat persatuan dan keutuhan NKRI.
Bagi NU, menjaga negeri bukan hanya diwujudkan melalui doa, tetapi juga melalui kerja, pengabdian, dan kemaslahatan yang dirasakan masyarakat.
(Nan)








Leave a Reply