Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
Ketua Umum TTKKBI dan Dewan Guru Abril Hadiri Ritual Ketjeran Tjimande di Kemiri

Caption:Ketua Umum TTKKBI H. Tubagus Arif Hidayat dan Dewan Guru Abril menghadiri Ritual Ketjeran Tjimande TTKKBI di Kemiri, Kabupaten Tangerang.
TANGERANG, Bantenflash.id — Ketua Umum Yayasan Tjimande Tarikolot Cakra Nusantara H. Tubagus Arif Hidayat bersama Dewan Guru Abril menghadiri Ritual Ketjeran Tjimande yang digelar DPW TTKKBI Wilayah II Kabupaten Tangerang di Kampung Cibebek/Santri Asem, Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Sabtu malam hingga Minggu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya menjaga dan melestarikan tradisi Tjimande sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia. Ritual juga dirangkaikan dengan pengukuhan DPC TTKKBI Kecamatan Mauk dan DPC TTKKBI Kecamatan Pakuhaji.
Rangkaian Ritual Ketjeran Tjimande memiliki sejumlah makna, antara lain menghormati tradisi leluhur, mempererat silaturahmi, menjaga budaya dan kebersamaan, serta memanjatkan doa untuk kebaikan dan kemajuan.
Dewan Guru Abril Tekankan Makna Ilmu
Dalam sambutannya, Dewan Guru Abril mengatakan Ritual Ketjeran Tjimande merupakan kegiatan yang sangat sakral dan dilaksanakan secara khidmat. Menurutnya, ilmu harus menjadi penerang dalam kehidupan untuk membedakan antara yang hak dan yang bathil.

“Ritual Ketjeran Tjimande yang sangat sakral secara khidmat, pada dasarnya ilmu adalah cahaya sebagai penerang dalam kehidupan, penilaian antara yang hak dan yang bathil,” ujar Abril.
Ia menekankan pentingnya memperkuat ilmu dengan keimanan dan ketaatan agar ilmu yang dimiliki tidak membawa seseorang ke jalan yang salah.
“Maka kuatkan ilmu dengan sendi pondasi keimanan dan ketaatan agar tidak salah jalan, sehingga ilmu dapat bermanfaat dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat dan barokah dunia akhirat,” ungkapnya.
Abril juga mengingatkan filosofi ilmu padi, yakni semakin berisi semakin tunduk. Menurutnya, ilmu tidak seharusnya membuat seseorang menjadi sombong maupun angkuh.
“Ibarat kata ilmu padi, semakin berisi semakin tunduk, tidak sombong dan angkuh serta jadikan sebuah filsafat dalam menjaga seni budaya pencak silat Tjimande,” tegasnya.
Ia berharap seni silat Tjimande Tarikolot dapat terus hadir sebagai bagian dari pelestarian warisan bangsa agar tidak punah ditelan zaman.
“Harapan kami Silat Tjimande Tarikolot hadir sebagai pelestarian warisan bangsa agar tidak punah ditelan masa dan hadir di dalam sanubari untuk setia kepada agama, bangsa dan negara serta memperkokoh tali silaturahmi demi menjaga persatuan dan kesatuan di dalam kehidupan ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia,” harapnya.
Ketua Yaman Kalahideng Ajak Keluarga Besar TTKKBI Jaga Kekompakan

Sementara itu, Ketua Yaman Kalahideng mengatakan Ritual Ketjeran Cimande bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi, merawat budaya, menghormati para karuhun, serta mempererat silaturahmi keluarga besar Cimande, khususnya TTKKBI.
“Ritual Ketjeran Cimande bukan sekadar sebuah kegiatan seremonial, tapi merupakan bagian dari upaya untuk menjaga tradisi, merawat budaya, menghormati para karuhun serta mempererat silaturahmi di antara keluarga besar Cimande khususnya TTKKBI dan umumnya seluruh perguruan Pancasila,” ungkapnya.
Menurutnya, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya yang telah diwariskan para pendahulu. Namun, pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan nilai agama, akhlak, persaudaraan, dan kehidupan bermasyarakat.
“Sebagai generasi penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu. Namun, pelestari budaya harus selalu berjalan seiring dengan nilai-nilai agama, akhlak, persaudaraan, dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh keluarga besar TTKKBI untuk terus menjaga kekompakan, saling menghormati, serta bersama-sama membina generasi muda agar mencintai seni dan budaya pencak silat sekaligus memiliki akhlak yang baik.
“Mari kita jadikan Cimande sebagai wadah untuk menjaga diri, menjaga budaya dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta menjaga Kabupaten Tangerang tetap kondusif dan aman,” katanya.
Perkuat Silaturahmi dan Pelestarian Budaya
Ketua Yaman Kalahideng berharap Ritual Ketjeran Cimande dapat berlangsung lancar hingga akhir dan membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar Cimande atau TTKKBI Kabupaten Tangerang.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, sesepuh, pengurus, anggota, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
“Terima kasih kepada seluruh panitia, sesepuh, pengurus, anggota dan semua pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kecamatan Kemiri, TNI-Polri dan seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dalam menjaga dan melestarikan budaya karuhun Banten Indonesia,” pungkasnya.
Ritual Ketjeran Tjimande tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar TTKKBI untuk memperkuat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjaga seni, budaya, nilai luhur, serta persatuan dan kesatuan bangsa.
(Nan)
Leave a Reply
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24








