Warning: Undefined array key "mobile" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 22
Kenapa Disebut Neroktog? Ini Asal Usul Nama Kelurahan di Kecamatan Pinang Kota Tangerang

Caption:Asal usul Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang memiliki dua versi sejarah, mulai dari kisah garong pencuri ternak hingga kampung yang menjadi simbol perdamaian para jawara.
KOTA TANGERANG, bantenflash.id – Kelurahan Neroktog di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, menyimpan sejarah panjang yang menjadi bagian dari identitas wilayahnya. Nama Neroktog dipercaya lahir dari dua cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, yakni kisah tentang aksi garong pencuri ternak dan cerita para jawara yang mengakhiri perselisihan di kampung tersebut.
Berdasarkan buku “Melacak Asal-Muasal Kampung di Kota Tangerang” karya Burhanudin, Neroktog pada awalnya merupakan kampung yang berada di wilayah Desa Pinang pada era 1990-an. Memasuki tahun 2000-an, wilayah tersebut resmi menjadi Kelurahan Neroktog di bawah administrasi Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Dalam buku tersebut dijelaskan, asal nama Neroktog berkaitan dengan kondisi pada masa maraknya aksi perampokan hewan ternak. Saat itu, banyak warga menitipkan sapi maupun kerbau di kampung tersebut agar lebih aman.
Secara geografis, kawasan Neroktog diapit oleh Kali Angke dan Rawa Cipondoh. Kondisi itu membuat para pencuri ternak kesulitan melarikan diri karena ruang geraknya terbatas atau “mentok”.
“Karena ke mana-mana mentok jadilah kampung ini Kampung Neroktog,” tulis Burhanudin dalam bukunya.
Selain kisah tersebut, terdapat versi lain yang berkembang di masyarakat. Seorang sesepuh setempat, Benteng (75), menuturkan bahwa istilah “mentok” juga berkaitan dengan sejarah para jawara yang datang untuk mengadu kesaktian.
Menurutnya, setiap perselisihan yang terjadi di wilayah tersebut selalu berakhir damai. Para jawara yang semula berselisih justru melunakkan ego mereka setelah berada di kampung tersebut.
Bahkan, masyarakat dahulu menyebut kampung ini sebagai kampung “wadon” atau perempuan, karena diyakini mampu membuat para jawara yang terkenal kuat menjadi lebih tenang dan mengedepankan perdamaian.
“Atas dasar melunaknya ego para jawara yang selalu berakhir damai dan mentok inilah, sebutan Kampung Neroktog kian melekat dan abadi hingga menjadi nama kelurahan seperti yang dikenal saat ini,” ujar Benteng.
Hingga kini, dua versi cerita tersebut masih menjadi bagian dari sejarah lisan masyarakat dan memperkaya khazanah asal-usul wilayah di Kota Tangerang.
Sumber: Pemerintah Kota Tangerang dan buku Melacak Asal-Muasal Kampung di Kota Tangerang karya Burhanudin.
(Nan)








Leave a Reply