Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Longsor dan Banjir di Sumatera Barat, Akses Padang–Bukittinggi Diprioritaskan

Caption: Kementerian PU bergerak cepat menangani longsor dan banjir di Sumatera Barat. Menteri Dody Hanggodo memprioritaskan keselamatan warga, pemulihan akses Padang–Bukittinggi, normalisasi sungai, dan dukungan fasilitas darurat bagi masyarakat terdampak.

JAKARTA, Bantenflash.id— Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak longsor dan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Barat akibat hujan ekstrem pada 23–25 November 2025. Penanganan darurat difokuskan pada keselamatan masyarakat serta pembukaan kembali akses utama yang terputus.

Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan seluruh unit teknis untuk turun langsung ke lapangan, mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penanganan bencana yang cepat, tepat, dan menyeluruh.

“Seluruh Balai telah bergerak cepat. Fokus kita membuka akses utama, memulihkan fungsi infrastruktur air baku dan drainase, serta memastikan keselamatan masyarakat,” ujar Menteri Dody.

Salah satu dampak paling berat terjadi di ruas jalan nasional Padang–Bukittinggi, terutama kawasan Lembah Anai, yang tertutup material longsor.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, menyebut proses pembersihan terus dilakukan meski longsor susulan kembali terjadi.

“Semalam satu titik sudah ditangani, tapi pagi tadi longsor lagi. Ada beberapa titik tambahan yang kini kami bersihkan,” jelas Elsa.

Hujan 212 mm/hari, Sungai Meluap dan Timbulkan Sedimentasi

Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V melaporkan intensitas hujan ekstrem hingga 212 mm/hari di DAS Anai, menyebabkan banjir dan luapan sungai di berbagai daerah, termasuk Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Solok, Tanah Datar, Agam, Pesisir Selatan dan Pasaman Barat.

Kepala BWS Sumatera V, Naryo Widodo, menjelaskan bahwa alat berat telah dikerahkan untuk menormalkan infrastruktur air yang terganggu.

“Kami mengirim excavator long arm untuk menangani sedimen di intake PDAM Sungai/Batang Kuranji serta menyalurkan bronjong ke Solok dan Tanah Datar,” ujarnya.

BWS juga menyiapkan normalisasi sungai, pembentukan alur, hingga pembangunan struktur pengendali banjir sesuai masterplan.

Selain pemulihan infrastruktur, Kementerian PU melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat memberikan bantuan fasilitas darurat.

Kepala BPBPK, Maria Doeni Isa, mengatakan dua unit toilet portabel dan dua hunian umum (HU) telah dikirim ke SMP 44 Kecamatan Pauh, Kota Padang, yang digunakan sebagai lokasi pengungsian sementara.

Menteri Dody menegaskan bahwa Kementerian PU akan terus melakukan pemantauan berkala, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dan menyiapkan tahapan rehabilitasi serta rekonstruksi setelah kondisi darurat terkendali.

“Seluruh infrastruktur rusak akan ditangani sesuai kebutuhan teknis. Pemerintah hadir sepenuhnya untuk memastikan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” tegasnya.

Program penanganan bencana ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam rangka menjalankan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24