Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
Kanvas Gemilang 2026 Dapat Respons Positif, Bappeda Tangerang Buka Ruang Gagasan Anak Muda

Caption:Kanvas Gemilang 2026 mendapat respons positif. Bappeda Tangerang membuka ruang bagi masyarakat dan anak muda menyampaikan gagasan pembangunan daerah.
TANGERANG,Bantenflash.id — Lomba Kanvas Gemilang 2026 yang digelar Bappeda Kabupaten Tangerang mendapat respons positif dari masyarakat. Ajang tersebut dinilai membuka ruang partisipasi publik, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan gagasan dan solusi bagi pembangunan daerah.
Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy, mengatakan Kanvas Gemilang merupakan implementasi salah satu program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, yakni PRIMA (Pemerintahan yang Inovatif, Maju, dan Smart).
Menurutnya, program tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
“Kita menyadari bahwa di Kabupaten Tangerang masih banyak permasalahan dan persoalan yang membutuhkan gagasan dan ide, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat,” ujar Erwin, 27 Agustus 2026.
Ia menegaskan, masyarakat bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga dapat berperan dalam melahirkan berbagai solusi.
Karena itu, Bappeda membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki ide segar, gagasan orisinal, maupun inovasi untuk disampaikan dan dibahas dalam proses perencanaan pembangunan.
Erwin menjelaskan, gagasan peserta yang dinilai mampu memberikan solusi terhadap persoalan daerah tidak akan berhenti sebagai kompetisi.
Bappeda akan mendorong ide-ide terbaik untuk menjadi bahan kebijakan dan selanjutnya diprogramkan dalam penganggaran pemerintah daerah.
“Yang paling penting adalah terhadap ide dan gagasan tersebut kita dorong menjadi kebijakan pembangunan supaya implementatif, jangan sebatas menjadi ide, menjadi gagasan,” katanya.
Kompetisi Kanvas Gemilang 2026 dibagi dalam lima kategori, yakni masyarakat, tenaga pendidik, ASN, mahasiswa, dan pelajar.
Untuk penghargaan, juara pertama di masing-masing kategori memperoleh Rp22 juta, juara kedua Rp19 juta, juara ketiga Rp14 juta, serta juara keempat atau harapan satu sebesar Rp10 juta.
Erwin menilai nilai sebuah gagasan sejatinya lebih besar daripada nominal hadiah.
Menurutnya, ide yang orisinal dan mampu menjawab persoalan masyarakat berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan Kabupaten Tangerang.
“Dengan adanya reward ini, mudah-mudahan banyak masyarakat turut serta dan aktif memberikan gagasan supaya pembangunan di Kabupaten Tangerang semakin berkualitas,” tuturnya.
Untuk menjaga kredibilitas kompetisi, Bappeda melibatkan dewan juri dari berbagai latar belakang dan institusi yang memiliki kepakaran di bidang inovasi serta pemerintahan.
Dari pemerintah pusat, Bappeda menggandeng perwakilan BRIN, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian PAN-RB.
Sementara dari tingkat provinsi terdapat perwakilan Bappeda Provinsi Banten.
Unsur akademisi juga dilibatkan, antara lain dari Universitas Prasetiya Mulya, Swiss German University, dan Bina Nusantara University.
Erwin mengatakan keterlibatan para ahli tersebut diharapkan membuat proses seleksi berjalan ketat dan objektif.
Transparansi juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan Kanvas Gemilang. Bappeda membuka ruang bagi media untuk ikut mengawasi proses kompetisi sehingga publik dapat mengetahui mekanisme penilaian gagasan peserta.
Program Kanvas Gemilang juga disebut telah mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Menurut Erwin, kesempatan yang diberikan kepada masyarakat untuk menyampaikan ide dalam proses perencanaan pembangunan turut mengantarkan Pemerintah Kabupaten Tangerang meraih Innovative Government Award.
“Masih terbatas pemerintah daerah yang dalam rangka melakukan proses perencanaan pembangunan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan ide dan gagasannya,” ujarnya.
Selain kompetisi, Bappeda juga membuka peluang bagi gagasan yang memiliki nilai kekayaan intelektual untuk mendapatkan fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Salah satu mahasiswa UIN SMH Banten, Riski, menilai Kanvas Gemilang merupakan kegiatan menarik dan berpotensi menjadi ajang yang dinantikan masyarakat.
“Lomba ini bagus banget. Ini bisa jadi lomba yang ditunggu-tunggu banyak orang. Saya yakin setiap orang pasti ingin daerah tempat tinggalnya bisa maju,” ujar Riski.
Menurutnya, kesempatan menyampaikan gagasan pembangunan daerah membuka ruang bagi masyarakat untuk turut berkontribusi.
Ia meyakini banyak warga akan tertarik mengikuti ajang tersebut karena memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan daerah tempat tinggalnya.
Hal serupa disampaikan Ariza, warga Balaraja. Ia menilai Kanvas Gemilang 2026 tidak hanya memberikan kesempatan berkompetisi, tetapi juga mendorong masyarakat lebih berani menyampaikan pemikiran dan solusi.
“Ajang ini bisa jadi ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan dari masyarakat dan generasi muda, sekaligus mendorong warga Kabupaten Tangerang untuk ikut mengambil bagian dalam membangun daerahnya,” kata Ariza.
Kanvas Gemilang 2026 pada akhirnya diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi menjadi jembatan antara gagasan masyarakat dengan kebijakan pembangunan Kabupaten Tangerang.
(Nan)
Leave a Reply
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24








