Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Festival Budaya Petjoen Tangerang Kembali Digelar, Tradisi Memandikan Perahu Keramat Jadi Daya Tarik

Caption:Festival Budaya Petjoen 2026 di Kota Tangerang kembali menghadirkan tradisi khas Cina Benteng berupa ritual memandikan perahu keramat berusia ratusan tahun.

KOTA TANGERANG, bantenflash.id – Festival Budaya Petjoen 2026 kembali menyemarakkan Kota Tangerang dengan menghadirkan tradisi khas masyarakat Cina Benteng yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Salah satu agenda utama yang menjadi daya tarik masyarakat adalah ritual memandikan perahu keramat yang dipercaya memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.

Tradisi tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan kepada Qu Yuan atau Koet Goan dan rutin dilaksanakan setiap tanggal lima bulan lima dalam penanggalan Tionghoa atau dikenal dengan sebutan Go Gwe Ce Go.

Wakil Ketua Panitia Festival Budaya Petjoen, Anto Tjiu Abaw, mengatakan ritual tersebut menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya masyarakat Cina Benteng yang hingga kini masih terus dijaga.

“Kami menggelar tradisi Petjoen (Peh Cun) ini setiap tahun tepatnya setiap tanggal lima bulan lima atau Go Gwe Ce Go. Tujuannya untuk mengenang leluhur lewat perahu keramat yang dibuka, dimandikan, dan diberkati setahun sekali,” ujar Anto, Kamis (18/6/2026).

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun

Dalam prosesi ritual, perahu keramat yang diyakini telah berusia ratusan tahun dimandikan menggunakan air bunga yang telah didoakan dan diberkati oleh pemuka agama setempat.

Ritual tersebut menarik perhatian banyak pengunjung yang datang untuk menyaksikan langsung prosesi sakral tersebut. Tidak sedikit warga yang berusaha mendapatkan kain merah maupun air bekas memandikan perahu karena dipercaya membawa keberkahan, kesehatan, dan keselamatan.

Menurut Anto, berdasarkan cerita yang diwariskan secara turun-temurun, perahu keramat tersebut memiliki keterkaitan dengan perjalanan leluhur masyarakat Tionghoa yang datang ke Tangerang melalui Sungai Cisadane.

“Perahu keramat ini bukan sekadar benda bersejarah. Menurut cerita yang diwariskan turun-temurun, perahu ini berasal dari leluhur warga Tionghoa yang datang ke Tangerang melalui Sungai Cisadane,” katanya.

Tradisi tersebut setiap tahun selalu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah, termasuk Jakarta, Bogor, Cilegon, dan wilayah lainnya.

Dimeriahkan Gambang Kromong dan Bazar Kuliner

Selain ritual budaya, Festival Petjoen 2026 juga diramaikan dengan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat umum.

Panitia menghadirkan pertunjukan musik tradisional gambang kromong, pembagian kue sangjit, hingga bazar kuliner yang berlangsung pada 15 hingga 19 Juni 2026.

Anto menegaskan bahwa Festival Petjoen merupakan tradisi budaya yang terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.

“Kami ingin tradisi ini menjadi milik bersama. Semua masyarakat bisa hadir, menikmati acara, dan merasakan kebersamaan yang ada di sini. Semoga tradisi ini terus lestari dan dapat diteruskan oleh generasi berikutnya,” pungkasnya.

Festival Budaya Petjoen menjadi salah satu agenda budaya tahunan yang memperkuat identitas Kota Tangerang sebagai daerah dengan keberagaman budaya yang hidup dan terus terjaga hingga saat ini.
(Nan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24