Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Cegah Stunting Sejak Remaja, Dinkes Kota Tangerang Gencarkan Program Yuk Jaim

Caption:Pemkot Tangerang memperkuat pencegahan stunting melalui Program Yuk Jaim yang menyasar remaja putri untuk mencegah anemia dan melahirkan generasi sehat.

TANGERANG, bantenflash.id – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui berbagai intervensi sejak dini. Salah satu program unggulan yang menjadi garda terdepan dalam menekan munculnya kasus stunting baru adalah Program Yuk Jaim (Yuk Jadi Remaja Anti Anemia) yang menyasar kalangan remaja, khususnya remaja putri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, mengatakan pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada balita, tetapi harus dimulai sejak masa remaja. Kondisi kesehatan calon ibu dinilai memiliki peran penting terhadap tumbuh kembang anak di masa mendatang.

“Fokus kita saat ini bukan hanya menangani anak yang sudah mengalami stunting, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru. Pencegahan dilakukan sejak remaja melalui Program Yuk Jaim atau Yuk Jadi Remaja Anti Anemia,” ujar dr. Dini Anggraeni, Senin (15/6/2026).

Melalui program tersebut, Dinas Kesehatan Kota Tangerang secara rutin melakukan skrining kesehatan terhadap remaja putri di berbagai sekolah. Pemeriksaan kadar hemoglobin dilakukan untuk mendeteksi anemia sejak dini sekaligus memastikan kondisi kesehatan para remaja tetap terjaga.

Selain pemeriksaan kesehatan, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, penerapan pola hidup sehat, serta kepatuhan dalam mengonsumsi tablet tambah darah.

Menurut dr. Dini, pencegahan anemia pada remaja menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi perempuan yang sehat sebelum memasuki masa kehamilan.

“Kalau remajanya sehat, tidak mengalami anemia, kemudian nantinya memasuki masa kehamilan dalam kondisi yang baik, maka risiko melahirkan anak dengan stunting juga dapat ditekan,” jelasnya.

Program Yuk Jaim juga diperkuat melalui Gerakan Aksi Gizi Bersama yang melibatkan sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua. Program tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus pemantauan kesehatan remaja secara berkala.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang menilai pendekatan pencegahan dari hulu menjadi strategi penting dalam percepatan penurunan angka stunting. Pasalnya, masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode krusial yang sangat dipengaruhi kondisi kesehatan ibu sebelum kehamilan.

“Pencegahan stunting harus dilakukan secara berkesinambungan. Mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga balita. Semua tahapan ini saling berkaitan untuk melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.

Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), prevalensi stunting di Kota Tangerang hingga Mei 2026 tercatat sebesar 5,3 persen.

Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen mempertahankan tren positif tersebut melalui berbagai program promotif dan preventif guna mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.
(Nan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24