Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Bupati Maesyal Dorong Penguatan Layanan Kesehatan, Fokus TBC, AKI, AKB dan Pencegahan Stunting

Caption:Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menginstruksikan OPD memperkuat program kesehatan gratis. Cakupan cek kesehatan gratis telah mencapai 71 persen, disertai penguatan skrining sekolah, eliminasi TBC, penurunan AKI-AKB, dan pencegahan stunting.

KABUPATEN TANGERANG, Bantenflash.id – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai program prioritas kesehatan. Arahan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Koordinasi Program Prioritas Kesehatan Gratis Kabupaten Tangerang di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (14/7/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah, Sekretaris Daerah Soma Atmaja, jajaran Dinas Kesehatan, rumah sakit, Puskesmas, para camat, serta OPD terkait.

“Saya minta kepada Dinas Kesehatan, rumah sakit, Puskesmas, camat dan seluruh pihak terkait terus menguatkan komitmen dan kolaborasi bersama dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Bupati Maesyal Rasyid.

Dalam arahannya, Bupati mengapresiasi capaian kinerja Dinas Kesehatan, rumah sakit, Puskesmas, dan para camat dalam merealisasikan berbagai program layanan kesehatan. Hingga Juli 2026, cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Tangerang telah mencapai sekitar 71 persen.

“Kita harus terus meningkatkan semangat dan sinergi agar cakupan ini bisa semakin optimal seperti tahun-tahun sebelumnya. Layanan kesehatan adalah hak dasar masyarakat yang pemenuhannya wajib kita maksimalkan,” tegasnya.

Untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan, Pemkab Tangerang menginstruksikan Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan menyusun agenda pemeriksaan kesehatan gratis secara serentak di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga pondok pesantren.

Bupati menjelaskan, pemeriksaan kesehatan dapat memanfaatkan masa orientasi siswa baru sehingga pelaksanaannya lebih efektif tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Selain itu, Puskesmas diminta meningkatkan kolaborasi dengan kader Posyandu dan melakukan penginputan hasil skrining secara digital melalui aplikasi SatuSehat.

“Pemeriksaan ini bisa memanfaatkan momen orientasi siswa baru agar berjalan efektif tanpa mengganggu proses belajar mengajar. Puskesmas juga diminta berkolaborasi aktif dengan kader Posyandu serta melakukan penginputan data skrining secara digital ke aplikasi SatuSehat,” katanya.

Rapat koordinasi juga membahas percepatan eliminasi penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TBC). Bupati meminta sistem pelaporan kasus TBC menggunakan angka prevalensi riil per 100 ribu penduduk agar mempermudah pemetaan wilayah dan penanganan oleh pemerintah kecamatan.

Bupati memberikan apresiasi kepada Desa Taban, Kecamatan Jambe, yang dinilai berhasil menekan angka kasus TBC melalui skrining terpadu berbasis lintas sektor hingga tingkat RT.

“Melalui pengerahan lintas sektor hingga tingkat RT, angka kasus TBC di desa tersebut berhasil ditekan dari yang semula 8 kasus pada tahun 2025, kini tersisa 3 kasus saja dan bersiap menuju status eliminasi total,” ungkapnya.

Pemkab Tangerang juga terus memperkuat upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui penerapan standar operasional prosedur (SOP) kegawatdaruratan di seluruh fasilitas kesehatan.

Saat ini, RSUD Kabupaten Tangerang telah diperkuat dokter spesialis Feto-Maternal yang mampu mendeteksi kelainan janin sejak usia kehamilan delapan minggu, bahkan melakukan tindakan medis di dalam kandungan apabila diperlukan.

Selain itu, RSUD juga telah memiliki fasilitas ruang perawatan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Level 3 yang mampu melayani ratusan pasien setiap bulan.

Bupati juga meminta para camat, kepala Puskesmas, bidan, dan kader kesehatan terus mengedukasi ibu hamil agar rutin memeriksakan kehamilan serta memanfaatkan sistem rujukan secara tepat.

Sebagai langkah pencegahan stunting dalam jangka panjang, Bupati kembali mengingatkan pentingnya penerapan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pranikah.

“Setiap yang mau nikah wajib memeriksakan kesehatan tiga bulan sebelum akad nikah. Surat keterangan sehat ini harus dilampirkan ke KUA. Ini bagian dari mitigasi kita menghindari stunting, menghindari bayi lahir cacat, dan menghindari kematian,” ujarnya.

Menurut Bupati, alokasi anggaran sektor kesehatan Kabupaten Tangerang saat ini mencapai sekitar 24–25 persen, jauh melampaui ketentuan mandatory spending nasional sebesar 10 persen.

“Alokasi anggaran bidang kesehatan ini juga harus dibarengi dengan hasil capaian (outcome) yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Tangerang,” pungkasnya.
(Nan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24