Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
Bitcoin Anjlok ke US$86.325, Kekhawatiran Suku Bunga The Fed Tekan Pasar Kripto

Caption: Bitcoin jatuh ke US$86.325, level terendah dalam enam bulan, dipicu kekhawatiran pasar terhadap peluang pemotongan suku bunga The Fed. Meski volume transaksi kripto RI turun, jumlah pengguna terus meningkat. Simak analisis lengkap pasar kripto 2025.
Jakarta, Banten flash— Bitcoin kembali merosot tajam pada perdagangan Jumat (21/11), menyentuh level terendah dalam lebih dari enam bulan. Aset kripto terbesar di dunia itu sempat jatuh ke US$86.325,81, sebelum stabil di kisaran US$86.990,11. Pelemahan ini terjadi setelah data tenaga kerja Amerika Serikat kembali menunjukkan ketahanan, memicu kekhawatiran bahwa peluang pemotongan suku bunga The Fed pada Desember semakin tipis.
Rilis Nonfarm Payrolls (NFP) menunjukkan ekonomi AS menambah 119.000 tenaga kerja pada September, jauh di atas perkiraan 50.000. Data yang lebih kuat ini membuat pasar memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga hanya sekitar 40%, menurut CME FedWatch — turun signifikan dari ekspektasi sebelumnya.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menilai gejolak global ini turut berpengaruh terhadap dinamika pasar domestik. Ia menyebut penurunan volume transaksi kripto di Indonesia masih sejalan dengan sentimen global, namun pasar tanah air tetap menunjukkan ketahanan lebih kuat.
“Volatilitas global memang memengaruhi aktivitas perdagangan di Indonesia. Namun menariknya, meskipun nilai transaksi turun, jumlah pengguna kripto justru terus meningkat,” ujar Calvin.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi kripto Indonesia sepanjang Januari–Oktober 2025 mencapai Rp409,56 triliun, turun 13,77% dari periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, jumlah pengguna kripto justru naik menjadi 18,61 juta per September 2025, tumbuh 3,05% hanya dalam satu bulan.
Tren ini menunjukkan investor lokal belum meninggalkan pasar, melainkan lebih berhati-hati dalam mengalokasikan dana baru. Ketahanan pengguna menjadi indikator positif bahwa ekosistem kripto Indonesia semakin matang.
Proyeksi Pasar Kripto 2025–2026
Calvin memproyeksikan bahwa hingga akhir 2025, pasar kripto masih berada dalam fase konsolidasi seiring sikap “wait and see” investor global. Kebijakan suku bunga The Fed, stabilitas geopolitik, likuiditas, serta aliran modal institusional akan menjadi faktor kunci untuk menentukan arah pasar beberapa kuartal mendatang.
“Kita belum melihat sinyal bahwa pasar memasuki fase bearish struktural. Banyak indikator on-chain, adopsi pengguna, hingga aktivitas pengembang masih stabil,” jelasnya.
Pemerintah RI disebut memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pasar domestik melalui kebijakan perpajakan, rencana penambahan bursa kripto, serta edukasi publik. Langkah-langkah ini dapat memperkuat fondasi ekosistem aset digital nasional.
Memasuki 2026, peluang penguatan pasar bisa muncul jika kondisi makro global membaik — termasuk potensi penurunan suku bunga The Fed, meningkatnya risk appetite, hingga bertambahnya likuiditas baru. Siklus historis post-halving juga berpotensi mendorong pemulihan harga aset digital.
Namun, potensi tekanan tetap ada. Jika kondisi makro melemah, pasar bisa bergerak sideways dengan risiko bearish yang bertahan lebih lama.
Menutup pemaparannya, Calvin kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan. “Investor harus tetap memahami risiko dan melakukan analisis yang matang. Namun, kami melihat minat masyarakat Indonesia tetap tumbuh. Ini sinyal positif bahwa ekosistem kripto nasional semakin solid untuk jangka panjang.” (Ben)
Leave a Reply
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24








