berita terdepan

sumber inspirasi dan referensi pembaca


Warning: Undefined array key "mobile" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 22
News

Betonisasi Jalan di Desa Tanjakan Rajeg Disorot, Papan Proyek Tak Terpasang dan Mutu Beton Dipertanyakan

Caption:Proyek betonisasi jalan di Kampung Tegal, Desa Tanjakan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang disorot warga karena tidak terdapat papan informasi proyek dan muncul dugaan segregasi pada beton. Warga meminta instansi terkait segera melakukan evaluasi teknis.

KABUPATEN TANGERANG, Bantenflash.id – Proyek betonisasi jalan di Kampung Tegal RT 013/RW 005, Desa Tanjakan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, menjadi perhatian masyarakat. Pekerjaan yang berlangsung pada Senin malam hingga Selasa (27/7/2026) itu disorot karena tidak terlihat adanya papan informasi proyek serta muncul dugaan ketidaksesuaian pada pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tidak tampak papan informasi proyek yang umumnya dipasang pada kegiatan pembangunan pemerintah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan warga terkait identitas pelaksana, sumber pendanaan, nilai anggaran, hingga jangka waktu pelaksanaan proyek.

Aktivis masyarakat, Iwan, menilai keberadaan papan informasi proyek merupakan bagian dari prinsip keterbukaan informasi kepada publik. Menurutnya, papan proyek menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengetahui informasi dasar mengenai pekerjaan yang dibiayai menggunakan anggaran pemerintah.

“Keberadaan papan informasi proyek merupakan wujud keterbukaan informasi publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Masyarakat berhak mengetahui informasi dasar mengenai proyek yang dibiayai dengan anggaran negara,” ujar Iwan.

Selain menyoroti aspek transparansi, Iwan mengaku menemukan kondisi beton di lapangan yang secara visual tampak lebih encer dibandingkan kondisi normal. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena diduga mengarah pada segregasi, yaitu terpisahnya agregat halus dan agregat kasar dalam campuran beton ready mix.

Ia menjelaskan, apabila dugaan segregasi benar terjadi, kualitas beton berpotensi menurun karena distribusi material menjadi tidak homogen. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kekuatan struktur serta meningkatkan risiko retak maupun kerusakan dini.

“Apabila benar terjadi segregasi, kualitas beton berpotensi menurun karena distribusi material menjadi tidak homogen. Kondisi seperti ini dapat memengaruhi kekuatan struktur dan meningkatkan risiko retak atau kerusakan lebih dini. Karena itu perlu dilakukan pengawasan dan pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang,” katanya.

Menurut Iwan, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis oleh konsultan pengawas maupun instansi terkait guna memastikan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu konstruksi.

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dan instansi yang berwenang segera melakukan evaluasi di lapangan agar mutu pekerjaan dapat dipastikan sebelum proyek dinyatakan selesai. Mereka juga meminta hasil pemeriksaan disampaikan secara terbuka sebagai bentuk akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak pelaksana, dinas terkait, maupun konsultan pengawas, dan akan memuat penjelasan mereka pada pemberitaan berikutnya sesuai prinsip keberimbangan dan Kode Etik Jurnalistik.
(Ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *