Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
MWCNU Ciledug Gelar Ta’aruf Calon Pengurus, Perkuat Jam’iyah dan Khidmah Umat

Caption; MWCNU Ciledug menggelar ta’aruf calon pengurus untuk memperkuat jam’iyah, konsolidasi organisasi, pendataan jamaah, dan khidmah kepada umat.
TANGERANG, Bantenflash.id — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Ciledug menggelar pertemuan ta’aruf calon pengurus di Sekretariat MWCNU Ciledug, Perum Mahkota Simprug, Kota Tangerang, Rabu (9/9/2026) malam.
Pertemuan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menyatukan langkah untuk memperkuat jam’iyah dan meningkatkan khidmah kepada umat.
Kegiatan dihadiri Rois Syuriah MWCNU Ciledug Drs. KH Syarif Hidayat, S.Ag., Katib Syuriah H. Bunyamin, S.E., Ketua Tanfidziyah MWCNU Ciledug Ustaz Ahmad Muslih, Sekretaris PCNU Kota Tangerang Ustaz Khoirul Supyan, S.H.I., serta sejumlah calon pengurus, di antaranya H. Kabiran, Dr. H. Suripto, M.Ak., dan Ustaz Abdul Aziz.
Ta’aruf tersebut tidak sekadar menjadi forum untuk saling mengenal. Pertemuan juga diarahkan untuk membangun kepengurusan yang kompak, solid, sinergis, dan kolaboratif dalam menjalankan program organisasi secara terukur.
Pelaksanaan program tersebut tetap berpedoman pada visi, misi, AD/ART, serta Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.
Ketua Tanfidziyah MWCNU Ciledug Ustaz Ahmad Muslih mengatakan ta’aruf merupakan langkah awal untuk memperkuat kebersamaan di antara jajaran pengurus.
Menurutnya, para pengurus NU berasal dari berbagai latar belakang dan memiliki beragam potensi. Seluruh kekuatan tersebut perlu dipersatukan dalam semangat berkhidmat agar keberadaan NU semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ta’aruf ini menjadi sarana silaturahmi dan saling mengenal. Kita membutuhkan kerja sama dan kekompakan agar keberadaan MWCNU Ciledug semakin bermanfaat bagi umat,” ujarnya.
Sementara itu, Rois Syuriah MWCNU Ciledug KH Syarif Hidayat mengingatkan jajaran Tanfidziyah agar mampu menjalankan tugas dan program yang telah disusun.
Ia menekankan pentingnya menjaga ruh perjuangan para muassis NU dengan mengedepankan keikhlasan dalam setiap aktivitas organisasi.
Menurutnya, setiap kegiatan NU perlu dilandasi niat yang baik dan semangat pengabdian agar perjuangan organisasi tidak hanya menghasilkan program, tetapi juga membawa keberkahan bagi jamaah dan masyarakat.
Katib Syuriah MWCNU Ciledug H. Bunyamin, S.E., juga mendorong seluruh pengurus menjalankan roda organisasi dengan semangat, kekompakan, dan keikhlasan.
Menurutnya, berkhidmat di NU membutuhkan komitmen bersama. Organisasi tidak mungkin berjalan secara optimal apabila hanya mengandalkan segelintir orang.
“NU bukan hanya membutuhkan keilmuan, tetapi juga kemauan dan keikhlasan untuk berkhidmat,” katanya.
Perkuat Organisasi Berbasis Potensi Jamaah
Calon pengurus MWCNU Ciledug Dr. H. Suripto, M.Ak., menekankan pentingnya membangun organisasi berdasarkan potensi nyata warga NU.
Menurut Suripto, NU memiliki jamaah yang sangat besar, baik yang berada dalam struktur organisasi maupun warga NU secara kultural.
Potensi tersebut perlu dipetakan dan dikelola secara baik sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat.
“Warga NU memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu, kita perlu melakukan pendataan secara baik, bukan hanya jumlah jamaah, tetapi juga potensi, kompetensi, profesi, keahlian, dan kontribusi yang dapat diberikan untuk kebaikan serta kemaslahatan umat,” kata Suripto.
Ia menilai pendataan tersebut penting agar organisasi tidak berjalan hanya berdasarkan perkiraan, tetapi memiliki basis data yang dapat menjadi pijakan dalam menyusun program kerja dan menentukan arah pengembangan organisasi.
Suripto juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang baik.
Menurutnya, program kerja perlu disusun secara sistematis dalam jangka pendek, menengah, dan panjang serta tetap berpedoman pada visi, misi, AD/ART, dan nilai-nilai dasar NU.
“Visi jangan hanya menjadi tulisan di atas kertas. Visi adalah impian yang perlu diwujudkan, sedangkan misi merupakan langkah untuk menjadikan impian tersebut sebagai kenyataan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan jam’iyah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen NU.
Pengurus struktural maupun warga NU secara kultural perlu dirangkul dan digandeng agar organisasi semakin kuat dan mampu memberikan kemaslahatan yang lebih luas.
Sekretaris PCNU Kota Tangerang Ustaz Khoirul Supyan, S.H.I., memberikan sejumlah arahan strategis dalam pertemuan tersebut.
Ia meminta MWCNU Ciledug segera merapikan dan melengkapi data kepengurusan agar tersusun secara tertib dan sistematis.
Khoirul juga mengapresiasi MWCNU Ciledug yang dinilai memiliki potensi menjadi salah satu poros kekuatan NU di Kota Tangerang, terutama dalam hal kekompakan dan kemampuan melaksanakan berbagai kegiatan di tingkat kecamatan.
Ia berharap kekompakan tersebut terus dipelihara dengan mengedepankan semangat kebersamaan tanpa memandang latar belakang.
“Yang paling penting adalah bagaimana jam’iyah NU dapat memberikan manfaat kepada jamaah dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar seluruh aktivitas organisasi tetap berpedoman pada Qanun Asasi NU serta nilai-nilai dasar perjuangan Nahdlatul Ulama.
Menurutnya, penguatan organisasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi juga dari kemampuan membangun tata kelola yang baik, program yang terarah, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Pertemuan ta’aruf tersebut menghasilkan sejumlah agenda tindak lanjut.
Agenda itu meliputi melengkapi biodata calon pengurus, menyusun dan melengkapi kepengurusan untuk diajukan kepada PCNU Kota Tangerang, melakukan pendataan jamaah NU di setiap ranting, serta menyusun program kerja jangka pendek, menengah, dan panjang.
MWCNU Ciledug juga diarahkan memperkuat konsolidasi dan komunikasi antarpengurus serta mengembangkan tiga kekuatan utama, yakni kekompakan, keilmuan, dan media sosial.
Ketiganya diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat dakwah dan pelayanan kepada masyarakat.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru MWCNU Ciledug untuk membangun organisasi yang lebih tertata, solid, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Dengan semangat meneguhkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, membangun umat dan bangsa, ta’aruf diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial.
(Nan)
Leave a Reply
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24








