Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
TTKBI Gelar Ritual Ketjeran Cimande di Kemiri, Nuryaman Ajak Generasi Muda Lestarikan Tradisi

Caption:Nuryaman menggelar Ritual Ketjeran Cimande di Desa Klebet, Kemiri, Kabupaten Tangerang. TTKBI dorong pelestarian budaya dan persaudaraan.
TANGERANG, Bantenflash.id — Ketua DPW Wilayah II Tjimande Tarikolot Karuhun Banten Indonesia (TTKBI), Nuryaman, menggelar Ritual Ketjeran Cimande di Kampung Santri Asem, RT 01/RW 01, Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang. Kegiatan tersebut menjadi momentum pelestarian tradisi Cimande sekaligus mempererat persaudaraan keluarga besar TTKBI dan masyarakat.
Ritual Ketjeran Cimande berlangsung dengan nuansa adat dan kebudayaan yang kental. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Nuryaman mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana untuk menjaga keberadaan tradisi Cimande agar tetap dikenal dan dipelajari oleh generasi muda.
Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab para pelaku seni dan budaya, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat, khususnya generasi penerus.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin terus menjaga dan melestarikan tradisi Cimande agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan mendapat dukungan dari masyarakat,” ujar Nuryaman.
Ia juga berharap TTKBI dapat terus berperan dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya, kebersamaan, serta silaturahmi kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang.
Kegiatan Ritual Ketjeran Cimande di Kampung Santri Asem berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kebersamaan.
Dewan Guru Abril Tekankan Nilai Filosofi Cimande
Dewan Guru Adi Hidayat, yang biasa disapa Abril, menambahkan bahwa Ritual Ketjeran Tjimande merupakan kegiatan yang sangat sakral dan dilaksanakan secara khidmat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari tradisi, tetapi juga mengandung nilai filosofi dan pembelajaran dalam kehidupan.
“Pada dasarnya ilmu adalah cahaya sebagai penerang dalam kehidupan, termasuk menjadi penilaian antara yang hak dan yang bathil,” tutur Abril.
Ia menjelaskan, ilmu yang dimiliki seseorang semestinya tidak menjadikan dirinya sombong maupun angkuh. Sebaliknya, semakin tinggi ilmu seseorang, semakin rendah hati dalam menjalani kehidupan.
“Ibarat kata ilmu padi, semakin berisi semakin tunduk. Jangan sombong dan angkuh,” ungkapnya.
Abril menegaskan bahwa filosofi tersebut hendaknya dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu, menurutnya, bukan sekadar untuk diketahui atau dibanggakan, melainkan harus memberikan manfaat bagi orang lain.
“Jadikan sebuah filsafat dalam tataran kehidupan, ilmu itu untuk ‘nulung anu susah, nalang anu butuh’,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu nilai yang ditekankan dalam pelaksanaan Ritual Ketjeran Tjimande, yakni agar ilmu yang dipelajari dapat memberikan manfaat, membantu sesama, serta menjadi jalan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Ketua Umum TTKKBI Apresiasi Dukungan Pemerintah dan Masyarakat
Ketua Umum TTKKBI H. Tubagus Arif Hidayat menyampaikan harapan agar pelaksanaan Ritual Ketjeran Cimande berjalan lancar hingga selesai dan membawa keberkahan bagi keluarga besar Cimande.
“Semoga kegiatan Ritual Ketjeran Cimande ini berjalan lancar dan penuh keberkahan sampai akhir serta semakin mempererat persaudaraan keluarga besar Cimande atau TTKKBI Kabupaten Tangerang,” ujar H. Tubagus Arif Hidayat.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, sesepuh, pengurus, anggota, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, sesepuh, pengurus, anggota dan semua pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Kecamatan Kemiri, TNI-Polri dan seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang yang telah mendukung terselenggaranya acara ini dalam menjaga dan melestarikan budaya Karuhun Banten Indonesia,” pungkasnya.
(Nan)
Leave a Reply
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24








