Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
HUT RI ke-81, Warga Ciledug Minta Lingkungan Bersih dan Akses Air Bersih Diperluas

Caption:Warga Ciledug, Kota Tangerang, mengeluhkan bau sampah di Jalan HOS Cokroaminoto dan keterbatasan akses jaringan air bersih Perumda Tirta Benteng.
TANGERANG, Bantenflash.id — Warga Ciledug, Kota Tangerang, mengeluhkan bau sampah di Jalan HOS Cokroaminoto serta keterbatasan akses jaringan air bersih Perumda Tirta Benteng. Persoalan tersebut dinilai warga masih menjadi kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya terpenuhi di tengah momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Yani, warga Ciledug, mengaku hampir setiap pagi harus melewati tumpukan sampah saat berangkat bekerja di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Ciledug.
Menurutnya, meski sampah akhirnya diangkut petugas, bau yang ditimbulkan tetap mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan.
“Meskipun nantinya diambil petugas, bau sampahnya membuat saya mual dan pernah muntah,” ujar Yani kepada media, Jumat (21/8/2026).
Kondisi serupa, kata Yani, juga dirasakan saat melintas di depan Pasar Saraswati Ciledug.
Selain bau sampah yang menyengat, aktivitas parkir sepeda motor di badan jalan dan angkutan kota yang berhenti untuk menaikkan serta menurunkan penumpang turut menyebabkan kemacetan.
Situasi tersebut membuat perjalanan warga menuju tempat kerja menjadi kurang nyaman.
Yani juga mempertanyakan kondisi lingkungan di sekitar lokasi penjualan kue subuh dan aneka jajanan pasar.
“Padahal itu tempat menjual kue subuh aneka jajanan pasar, bagaimana dampak bau sampah dengan kue tersebut?” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kota Tangerang segera mengambil langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan sampah tersebut.
Menurutnya, warga membutuhkan tindakan yang dapat dirasakan secara langsung, bukan hanya rapat maupun penjelasan mengenai program penanganan sampah.
“Kami warga butuh aksi nyata yang menjawab permasalahan, bukan respons pemerintah sudah membangun atau mengadakan rapat yang membahas sampah yang menghabiskan APBD, tapi belum menjawab keluhan warga,” ujarnya.
Selain persoalan sampah, akses air bersih juga menjadi keluhan warga Ciledug.
Roy, warga Ciledug, mengaku belum dapat menikmati layanan jaringan air bersih Perumda Tirta Benteng secara optimal di wilayah tempat tinggalnya.
Menurut Roy, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang digunakan masyarakat untuk minum, memasak, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Karena jaringan perpipaan belum tersedia di wilayahnya, warga harus mencari sumber air alternatif secara mandiri.
Kondisi tersebut semakin dirasakan saat musim kemarau. Sejumlah warga, menurut Roy, mulai merasakan penurunan debit sumber air yang digunakan.
“Apalagi sudah pernah dilakukan pendataan bagi warga untuk layanan air bersih di wilayah kami. Kami kira pada saat itu akan segera terealisasi layanan air bersih, namun kenyataannya sampai sekarang belum ada,” katanya.
Roy berharap Pemerintah Kota Tangerang memberikan perhatian terhadap wilayah Ciledug yang belum terjangkau jaringan perpipaan.
“Jangan sampai kami hanya mendengar program diskon sambungan, tetapi jaringan pipanya belum sampai ke rumah-rumah kami. Kami meminta Pak Wali Kota memperhatikan Ciledug dan membantu agar jaringan air bersih segera masuk,” ujarnya.
Keluhan mengenai akses air bersih juga mendapat perhatian Dr. H. Suripto, S.E., M.Ak., tokoh masyarakat Kecamatan Ciledug yang juga berprofesi sebagai dosen di salah satu universitas swasta di Kota Tangerang Selatan.
Suripto menilai momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi refleksi terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Ciledug juga harus merdeka dari krisis air bersih,” ujarnya.
Menurut Suripto, air bersih merupakan kebutuhan fundamental yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, pelayanan air bersih perlu tersedia secara memadai, terjangkau, aman, dan berkelanjutan.
Ia berharap Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang dapat memperluas pelayanan kepada masyarakat Ciledug yang hingga kini belum memperoleh akses jaringan air bersih secara optimal.
Suripto juga mengingatkan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
Menurutnya, ketergantungan terhadap air tanah sebagai solusi utama dalam jangka panjang perlu diperhatikan karena dapat menimbulkan persoalan lingkungan.
Ia mendorong Pemerintah Kota Tangerang bersama Perumda Tirta Benteng melakukan pemetaan wilayah yang belum terlayani, mempercepat pengembangan jaringan perpipaan, serta menyampaikan peta jalan yang jelas dan transparan kepada masyarakat.
Bagi warga Ciledug, makna kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan seremoni peringatan HUT RI.
Mereka berharap kemerdekaan juga hadir melalui lingkungan yang lebih bersih serta pelayanan kebutuhan dasar yang dapat diakses secara adil.
Persoalan sampah dan akses air bersih kini menjadi pekerjaan rumah yang diharapkan segera mendapat penyelesaian nyata.
Bagi Yani dan Roy, ukuran keberhasilan pelayanan publik adalah ketika perubahan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Ciledug menanti agar kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga diwujudkan melalui pelayanan publik yang nyata.
(Nan)
Leave a Reply
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24








