Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Maryono Perkuat Kelurahan Tangguh Bencana, Kota Tangerang Targetkan 80 Keltana

Caption:Wakil Wali Kota Tangerang Maryono menegaskan pentingnya budaya kesiapsiagaan bencana melalui program Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana). Saat ini telah terbentuk 65 Keltana dan ditargetkan menjadi 80 kelurahan tangguh bencana.

TANGERANG,bantenflash.id – Pemerintah Kota Tangerang terus memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana melalui program Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana). Hingga saat ini, sebanyak 65 Keltana telah terbentuk dan ditargetkan bertambah menjadi 80 kelurahan dari total 104 kelurahan yang ada di Kota Tangerang.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, saat membuka kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan terhadap Bencana pada Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) Kota Tangerang di Aula Kantor Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Rabu (24/6/2026).

Dalam sambutannya, Maryono menegaskan bahwa Keltana memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana di tingkat wilayah.

“Saat ini telah terbentuk 65 Kelurahan Tangguh Bencana di Kota Tangerang dan jumlahnya akan terus bertambah menjadi 80 kelurahan dari total 104 kelurahan yang ada. Keberadaan Keltana menjadi pilar penting dalam mendeteksi dini potensi ancaman serta meminimalkan dampak bencana di masing-masing wilayah,” ujar Maryono.

Menurutnya, tantangan kebencanaan yang semakin kompleks menuntut perubahan pola pikir masyarakat. Penanganan bencana tidak hanya berfokus pada respons saat terjadi bencana, tetapi harus dimulai dari kesiapan dan upaya mitigasi sejak dini.

“Bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena itu, cara pandang kita harus bergeser dari sekadar tanggap darurat menjadi budaya kesiapsiagaan. Semakin siap masyarakat menghadapi risiko, semakin kecil dampak yang ditimbulkan ketika bencana terjadi,” jelasnya.

Mantan Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang itu mengatakan, keberadaan Keltana diharapkan mampu menciptakan masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai potensi ancaman bencana di lingkungannya.

Ia menilai masyarakat merupakan pihak pertama yang menghadapi risiko sekaligus pihak pertama yang memberikan pertolongan ketika bencana terjadi.

“Di sinilah peran penting Keltana sebagai garda terdepan dalam upaya pengurangan risiko bencana. Masyarakat adalah pihak pertama yang menghadapi ancaman sekaligus pihak pertama yang memberikan pertolongan ketika bencana terjadi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, dan sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi membangun ketangguhan wilayah yang berkelanjutan sekaligus meminimalkan dampak bencana di masa mendatang.

Maryono menegaskan bahwa ukuran ketangguhan sebuah wilayah bukan terletak pada ada atau tidaknya bencana, melainkan pada kemampuan masyarakat dalam mengenali risiko, melakukan mitigasi, dan pulih dengan cepat setelah bencana terjadi.

“Ketangguhan sebuah kelurahan tidak diukur dari ada atau tidaknya bencana, tetapi dari kemampuan masyarakatnya dalam mengenali risiko, melakukan mitigasi, dan pulih dengan cepat saat menghadapi bencana. Karena itu, budaya kesiapsiagaan harus terus kita bangun dan perkuat bersama,” pungkasnya.
(Nan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24