Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Bupati Maesyal Ungkap Keberhasilan Tata Kelola Keuangan dan Lonjakan UMKM di Hadapan BKSAP DPR RI

Caption:BKSAP DPR RI mengunjungi Kabupaten Tangerang. Bupati Maesyal memaparkan pertumbuhan ekonomi 5,77 persen, APBD Rp8,74 triliun, serta program pendidikan dan UMKM.

TANGERANG,bantenflash.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menerima kunjungan kerja Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di Ruang Rapat Wareng, Kantor Bupati Tangerang, Jumat (12/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid memaparkan capaian pembangunan daerah, mulai dari pertumbuhan ekonomi, tata kelola keuangan, hingga program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Delegasi BKSAP DPR RI yang dipimpin Ketua Delegasi Bramantyo Suwondo disambut langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud, Sekretaris Daerah Soma Atmaja, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta direksi BUMD Kabupaten Tangerang.

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menyampaikan apresiasi atas kunjungan BKSAP DPR RI yang dinilai dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kami memohon arahan sekaligus sinergi program pusat yang bisa dijalankan di daerah guna memberikan solusi terhadap berbagai program pembangunan yang tengah kami selaraskan,” ujar Maesyal.

Kabupaten Tangerang saat ini menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbesar ketiga di Indonesia dengan populasi sekitar 3,5 juta jiwa. Wilayahnya meliputi 29 kecamatan, 246 desa, dan 28 kelurahan.

Menurut Bupati Maesyal, perkembangan kawasan perkotaan baru di wilayah selatan seperti Curug, Kelapa Dua, Cisauk, Pagedangan, dan Legok menjadi motor penggerak ekonomi yang mendukung pembangunan wilayah pedesaan di bagian utara dan tengah Kabupaten Tangerang.

Pada sektor keuangan daerah, Pemkab Tangerang mencatat APBD Tahun 2026 mencapai Rp8,74 triliun dengan target pendapatan daerah sebesar Rp8,2 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp5,2 triliun, dana transfer pusat Rp2,52 triliun, serta pendapatan dari Pemerintah Provinsi sebesar Rp436 miliar.

Bupati Maesyal mengungkapkan, Kabupaten Tangerang juga berhasil melampaui target mandatory spending yang ditetapkan pemerintah pusat. Alokasi sektor pendidikan mencapai 30 persen, kesehatan 25 persen, infrastruktur lebih dari 41 persen, sementara belanja pegawai berhasil ditekan menjadi 27 persen.

“Berdasarkan data dari tingkat provinsi, penyusunan APBD Kabupaten Tangerang dinilai sebagai yang terbaik di Provinsi Banten selama tiga tahun berturut-turut,” tegasnya.

Di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tangerang pada 2025 mencapai 5,67 persen dan meningkat menjadi 5,77 persen pada tahun 2026. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di atas angka 76 persen.

Pemkab Tangerang juga terus memperkuat sektor pendidikan melalui program sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP swasta serta program beasiswa perguruan tinggi bagi keluarga kurang mampu.

Tahun 2026, sebanyak 900 mahasiswa asal Kabupaten Tangerang mendapatkan fasilitas kuliah gratis hingga lulus. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 235 mahasiswa.

“Kami ingin anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah memiliki kesempatan menjadi dokter, pilot, maupun profesi lainnya yang selama ini sulit dijangkau,” kata Maesyal.

Selain pendidikan, penguatan sektor UMKM juga menjadi perhatian utama. Jumlah UMKM di Kabupaten Tangerang meningkat dari 61 ribu unit pada tahun 2024 menjadi 78 ribu unit pada tahun 2026.

Di bidang ketahanan pangan, pemerintah daerah terus menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian, bibit tanaman, serta bantuan perahu dan jaring tangkap untuk mendukung produktivitas petani dan nelayan.

Sementara itu, Ketua Delegasi BKSAP DPR RI Bramantyo Suwondo menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas antara diplomasi internasional dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Menurutnya, Kabupaten Tangerang dipilih karena memiliki kekuatan industri yang besar dan berpotensi menjadi salah satu daerah yang memperoleh manfaat dari peningkatan investasi internasional.

Bramantyo juga menyoroti proses aksesi Indonesia menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang memerlukan harmonisasi regulasi hingga tingkat daerah guna meningkatkan kepercayaan investor global.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat lokal mampu bersaing dan memperoleh manfaat langsung dari masuknya investasi asing.

“Kita ingin memastikan SDM lokal siap menghadapi peluang investasi global, termasuk melalui program pemagangan luar negeri dan penguatan kurikulum yang sesuai kebutuhan industri internasional,” tutup Bramantyo.
(Nan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24

Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24