Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
Syair Puitis Dokter Karel Dourman Saragih, Kulihat Ibu Pertiwi

Penulis : Dokter Karel Dourman Saragih HS, SpPD. Sp JP, FIHA
Caption:Dr. Karel Dourman Saragih, SpPD, SpJP, FIHA bukan hanya dokter spesialis jantung dan penyakit dalam, tetapi juga penyair Indonesia yang menggugah hati. Lewat puisi “Kulihat Ibu Pertiwi” dan bukunya Refleksi Diri, ia memadukan sains dan seni sebagai terapi jiwa.
Kulihat Ibu Pertiwi
Senandung malam
Bertabur bintang
Rembulan tersenyum
Embun lembut menyapa
Di awan berarak pulang
Tinggalkan bulan nan kesepian
Bintang gemerlap suram
Kulihat ibu pertiwi
Hutan gersang meranggas
Kerokan gahar bumi tinggalkan lubang besar menganga
Kulihat ibu pertiwi
Wajah anak muda berpeluh lelah mencari kerja
Ibu bertanya
Hari ini kita makan apa?
Ayah mengayuh sepeda kopling
Kulihat ibu pertiwi
Gerobak sekeluarga pemulung di panas terik mengais sampah
Kulihat ibu pertiwi
Larut semakin malam konsert tiba diujung masa
Bukankah segala keriuhan pesta kan berakhir jua?
Kisah heroik pekik merdeka mengangkasa
Ke penjuru persada
Tiada kata menyerah
Gemah ripah loh jinawi Mimpi yang kian diuji dinanti
Akankah negri dapat bebas dari cengkraman oligarki?
Denting piano memecah hening
Petikan gitar menyayat kalbu
Tiupan flute mendayu
Air mata membasah
Malam pun kian syahdu
Masihkah suara rintihan mereka didengar?
Kulihat ibu pertiwi
Sedang bersusah hati
Jakarta101125
kareldhs_dr.k💐🥋🇲🇨
Ketika Sains Bertemu Sastra: Kisah dr. Karel Dourman, Dokter Jantung yang Menjadi Penyair
Sosok dr. Karel Dourman Saragih HS, SpPD, SpJP, FIHA dikenal publik sebagai dokter spesialis penyakit dalam, jantung, dan pembuluh darah yang berdedikasi tinggi dalam dunia kesehatan. Namun, di balik kesibukan profesinya yang penuh tanggung jawab, ia memiliki sisi humanis yang menginspirasi: seorang penyair yang menulis dari hati.
Puisi terbarunya berjudul “Kulihat Ibu Pertiwi” menggambarkan kritik sosial yang lembut namun menyentuh, mengisahkan realitas masyarakat dengan bahasa puitis yang sarat emosi. Melalui setiap bait, dr. Karel mengajak pembaca merenungkan kembali kondisi bangsa dan suara-suara kecil yang sering terabaikan.
Kepekaan rasa ini bukan hal yang tiba-tiba hadir. Sebagai dokter yang setiap hari bertemu realitas hidup dan mati, ia menjadikan sastra sebagai ruang refleksi. “Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Berkarya di Tengah Pandemi
Saat pandemi COVID-19 melanda dunia pada 2020, banyak tenaga kesehatan menghadapi tekanan besar. Namun, dr. Karel tidak pernah meninggalkan cintanya pada sastra. Justru di tengah situasi sulit, ia berhasil menerbitkan antologi puisi berjudul “Refleksi Diri”, sebuah karya yang lahir dari pergulatan batin, kelelahan, dan harapan baru.
“Pandemi bukan hambatan bagi saya untuk terus berkarya. Justru melalui menulis, saya menemukan ketenangan dan kekuatan baru,” ungkapnya saat diwawancarai Fixsnews.co.id pada tahun 2022.
Bagi dr. Karel, seni dan sains bukan dua dunia yang terpisah. Ia percaya bahwa puisi dapat menjadi terapi jiwa, membantu seseorang mengelola emosi dan menumbuhkan empati.
“Puisi adalah cermin jiwa. Ia menenangkan, menyembuhkan, dan memberi harapan,” tuturnya.
Melalui karya-karyanya, dr. Karel Dourman membuktikan bahwa dokter bukan hanya penyelamat nyawa, tetapi juga penyembuh jiwa. Dengan perpaduan ilmu pengetahuan dan seni, ia menghadirkan inspirasi bagi banyak orang—bahwa kata-kata dapat menjadi obat bagi penulis maupun pembacanya.
Leave a Reply
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24
Warning: Undefined array key "desktop" in /home/intisebe/bantenflash.id/wp-content/themes/umparanwp/widget/widget-ads.php on line 24








